Kembali ke Berita

Mengenang Haul ke-2 KH Mochamad Subki Ma’mun: Ulama, Tokoh NU, dan Pejuang PPP dari Sumedang

Mengenang Haul ke-2 KH Mochamad Subki Ma’mun: Ulama, Tokoh NU, dan Pejuang PPP dari Sumedang
Advertisement
Mengenang Haul ke-2 KH Mochamad Subki Ma’mun: Ulama, Tokoh NU, dan Pejuang PPP dari Sumedang

SUMEDANG — Dua tahun telah berlalu sejak berpulangnya salah satu tokoh yang memiliki jasa dan pengabdian besar bagi masyarakat Kabupaten Sumedang, KH Mochamad Subki Ma’mun bin KH Moh. Ma’mun.

Beliau wafat pada 9 September 2024. Tepat dua tahun kemudian, pada 9 September 2026, keluarga, para santri, sahabat, warga Nahdliyin, serta masyarakat yang pernah mengenal dan merasakan keteladanan beliau kembali mengenang sosoknya melalui Haul ke-2 KH Mochamad Subki Ma’mun.

Bagi keluarga besar Partai Persatuan Pembangunan (PPP), KH Mochamad Subki Ma’mun bukan sekadar seorang tokoh masyarakat. Beliau merupakan bagian dari sejarah perjuangan politik umat di Kabupaten Sumedang. Beliau pernah mengemban amanah sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ulama yang Dekat dengan Masyarakat

KH Mochamad Subki Ma’mun dikenal sebagai sosok yang ramah, santun, dan dekat dengan berbagai kalangan. Ketokohan beliau tidak hanya tumbuh melalui ruang politik, tetapi juga melalui pengabdian di tengah masyarakat dan lingkungan Nahdlatul Ulama.

Dalam catatan NU Online Jabar, KH Subki Ma’mun merupakan pendiri sekaligus Ketua IPNU pertama di Sumedang. Kiprah tersebut menunjukkan besarnya perhatian beliau terhadap kaderisasi dan pembinaan generasi muda Nahdlatul Ulama.

Semangat membangun generasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian beliau. Bagi masyarakat yang mengenalnya, KH Mochamad Subki Ma’mun merupakan sosok yang mampu menempatkan diri sebagai ulama, tokoh masyarakat, sekaligus pribadi yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.

Pengabdian Melalui Partai Persatuan Pembangunan

Dalam perjalanan politiknya, KH Mochamad Subki Ma’mun memilih Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai salah satu jalan perjuangan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Sebagai mantan Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, beliau telah menjadi bagian dari perjalanan politik daerah sekaligus turut memperjuangkan aspirasi masyarakat di lembaga legislatif.

Bagi DPC PPP Kabupaten Sumedang, perjalanan KH Mochamad Subki Ma’mun memberikan pesan penting bahwa politik sejatinya dapat menjadi bagian dari jalan pengabdian. Kekuasaan dan jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperjuangkan kemaslahatan umat.

Nilai-nilai tersebut menjadi warisan penting bagi kader PPP, khususnya generasi muda, agar senantiasa menjalankan politik dengan kesantunan, ketulusan, integritas, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

Sosok Santun dan Merangkul

Salah satu warisan terbesar KH Mochamad Subki Ma’mun bukan hanya jabatan yang pernah beliau emban, tetapi keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.

Beliau dikenal sebagai sosok yang santun dalam berkomunikasi dan mampu membangun hubungan baik dengan berbagai kalangan. Sikap tersebut menjadi salah satu alasan mengapa beliau dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai latar belakang.

Keteladanan semacam inilah yang semakin penting untuk terus dikenang di tengah kehidupan politik dan sosial yang semakin dinamis. Seorang tokoh tidak hanya dinilai dari jabatan yang pernah dimilikinya, tetapi juga dari seberapa besar manfaat, nilai, dan kebaikan yang ditinggalkannya.

Warisan Perjuangan yang Terus Hidup

Dua tahun setelah kepergiannya, nama KH Mochamad Subki Ma’mun tetap menjadi bagian dari perjalanan sejarah masyarakat Sumedang.

Jejak beliau sebagai ulama, tokoh NU, tokoh masyarakat, dan pejuang PPP merupakan warisan yang patut dijaga dan diteruskan. Semangat pengabdian, kecintaan terhadap masyarakat, serta perjuangan melalui organisasi dan jalur politik menjadi nilai yang relevan untuk terus ditanamkan kepada generasi penerus.

Haul bukan sekadar kegiatan untuk mengenang seseorang yang telah berpulang. Lebih dari itu, haul merupakan momentum untuk mendoakan, mengenang jasa, sekaligus mengambil keteladanan dari perjalanan hidup orang yang telah mendahului kita.

Dua Tahun Berlalu, Keteladanan Tetap Hidup

Dua tahun kepergian KH Mochamad Subki Ma’mun menjadi momentum bagi keluarga besar PPP Kabupaten Sumedang untuk kembali mengingat dan menghormati perjuangan beliau.

Semoga segala amal ibadah, perjuangan, dan pengabdian beliau diterima oleh Allah SWT. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, melapangkan alam kuburnya, menerangi tempat peristirahatannya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.

> “Jejak perjuangan boleh berlalu bersama waktu, tetapi keteladanan akan terus hidup dalam ingatan dan menjadi inspirasi bagi generasi yang meneruskan perjuangan.”



Selamat mengenang Haul ke-2 KH Mochamad Subki Ma’mun.

Al-Fatihah.

DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sumedang
Advertisement